Catatan
Sepanjang penyelenggaraan lomba selama kurang lebih empat bulan, tim Tulis.me mengoptimalkan seluruh kanal yang dimiliki agar peserta dapat menjangkau informasi dengan maksimal. Hal ini yang kemudian menjadi laporan kami kepada Dewan Juri.
Tahun berganti, lomba akhirnya ditutup dan proses penjurian yang menegangkan tetapi mengasyikkan dimulai. Dari seluruh naskah yang diterima oleh juri, karya kemudian dikerucutkan ke 300 hingga 200 besar. Pembacaan berulang dilakukan para juri untuk kemudian menyaring 100 besar, lalu 20 besar, dan akhirnya menentukan peringkat 10 besar pemenang lomba yang karyanya akan termaktub dalam Antologi Cerpen Tulis.me 17.
Selama proses yang panjang tersebut, terdapat beberapa catatan yang berhasil dirangkum tim dalam mengikuti proses penjurian. Simak catatan-catatan berikut untuk meningkatkan kualitas karyamu berikut kemampuanmu dalam menulis, ya! 🙂
- Kecenderungan Naskah
Dari naskah-naskah yang dibaca, Dewan Juri menggambar pola yang kemudian kami sarikan sebagai kecenderungan berikut. Hal ini meliputi kuantitas dan tren yang ditemui selama penjurian.
- Mengabaikan salah ketik
Tidak ada karya yang sempurna. Namun, sangat disayangkan saat naskah-naskah yang kuat akhirnya kalah oleh kecenderungan ini. Tidak sedikit salah ketik yang terjadi kemudian dibicarakan sebagai penentu. Salah huruf, bisa beda makna. Salah tanda baca, bisa beda maksud.
- Membuka dengan menutup
Mengantarkan pembaca pada dunia yang baru bukanlah hal yang mudah. Oleh sebab itu, bangunan di awal cerita sebisa mungkin harus kokoh; memikat. Kesalahan atau kegagalan pada kalimat pertama mungkin bisa dimaafkan, tapi paragraf pertama menjadi penentu keseluruhan nuansa cerita.
- Memainkan gagasan dan isi, menelantarkan kemasan
Semua juri tentu menyukai gagasan yang menarik. Semua pembaca tentu menggemari isi yang menjanjikan. Hal ini sering tidak diimbangi dengan baiknya “kemasan”. Kemasan yang dimaksud adalah pengisahan, pemformatan, hingga ketelitian pengiriman karya.
- Mempertahankan konteks dan kebertahanan isu
Banyak penulis yang berhasil melampaui persoalan gagasan. Artinya, ide yang disampaikan menarik. Hal yang menantang berikutnya adalah melihat kontekstualitas. Apakah isu yang diangkat masih banyak dibicarakan? Dari sudut pandang mana penulis mencoba menelaah hal ini? - Membuka wawasan terkait pengisahan
Semua penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Memperkaya wawasan terkait bagaimana suatu kisah dibawakan tentu akan menjadi nilai plus yang membuat cerita menjadi “milik” kita; “suara” kita. Dari tema-tema yang umum, adakah sesuatu yang khusus dan bisa kita ceritakan?
- Pola penjurian
Tentu sulit membaca dan menilai karya untuk kemudian dikategorikan ke dalam level tertentu. Banyak cerpen yang secara kualitas baik, tetapi kemudian harus sebisa mungkin dinilai dengan cerpen-cerpen lainnya.
Hal penting yang terutama dilihat adalah keutuhan. Utuh dalam artian sesungguhnya, yakni selesai. Dan utuh dalam artian cerita dinilai lengkap baik secara isi maupun kemasannya. Selesaikan ceritamu. Karya dinilai tanpa juri melihat penulis. Oleh sebab itu, sebisa mungkin penulis membuat pengisahan yang mampu membawa juri sebagai pembaca untuk melihat kedalaman cerita yang dimiliki. Selain keahlian “membuka cerita”, diperlukan keahlian “menutup cerita”. Apakah cerita sudah cukup sampai di sini? Apakah tokoh perlu tamat agar cerita selesai? Ada banyak hal yang bisa diolah dan dieksplorasi mengingat keberagaman tema yang selalu berusaha dijunjung tulis.me. Akan sangat sayang apabila keahlian dalam mengolah cerita tidak diimbangi dengan penutup yang juga nendang.
Hal berikutnya yang tidak luput dari diskusi hangat juri adalah kesegaran tema. Cerita dan teknik tulisan memang memiliki nilai khusus, apalagi saat hal ini mempersenjatai tema yang dibawakan sepanjang cerita. Tidak sedikit penulis yang berhasil membawakan tema-tema lama nan segar, atau menawarkan tema-tema baru yang misterius. Hal ini menjadi apresiasi tersendiri yang patut kita perkaya ke depannya.
- Wadah Eksplorasi dan Relasi
Lomba-lomba tulis.me tidak hanya berusaha mewadahi ekspresi dan kreativitas penulis. Di meja penjurian, panitia berusaha mewadahi diskusi antara para juri. Tahukah kamu, tidak sedikit dari para juri yang kemudian menjalin relasi satu sama lain melalui Tulis.me? Hal ini terus menjadi semangat kami selain berusaha memberikan wadah penilaian paling objektif yang bisa kami tawarkan. Dalam diskusi-diskusi tersebut, para juri tidak hanya mengemukakan pendapat terkait satu karya dengan karya yang lain, tetapi juga mengajukan banyak penawaran, perdebatan, dan pengetahuan baru yang sangat menarik bagi panitia lomba. Kami percaya, jalin hubungan baik yang berusaha dibentuk dalam kompetisi yang sehat akan menjadi kunci bagi iklim kesastraan dan kreativitas ke depan.
Pst… Jangan khawatir. Diskusi ini nantinya akan kami sampaikan dalam wadah yang mempertemukan antara juri dan peserta melalui kelas menulis. Simak tanggal dan tautan Zoom-nya melalui notifikasi yang akan kami berikan via WA, ya!
Hari, bulan, dan tahun berganti. Lomba Menulis Cerpen Tulis.me 17 ini membentang dari akhir 2023 hingga awal tahun 2024. Dalam setiap aspirasi yang dikemukakan peserta maupun juri, panitia sebisa mungkin menggunakannya sebagai bahan evaluasi dan catatan bagi lomba ke depannya. Hal yang sama kami harapkan juga dilakukan teman-teman peserta, agar sama-sama bisa menambah kekayaan kualitas karya. Ada banyak pertanyaan, komentar, kesan, dan pesan yang kami terima dari semua kanal media sosial. Semuanya kami rangkum agar memperbaiki sistematika lomba ke depan. Hal ini semata-mata guna mampu mewadahi seluruh keinginan dan kreativitas peserta sekalian.
Demikian laporan proses penjurian ini kami sampaikan. Setelah ini, teman-teman juga perlu membaca catatan juri yang telah dibuat oleh Dewan Juri Lomba selama beberapa hari belakangan.
***
Selain cerita yang memikat, penggunaan tanda baca dan ejaan yang tepat juga menjadi perhatian saya dalam menyeleksi ratusan cerpen yang masuk. Sayangnya, tata bahasa belum menjadi prioritas bagi sebagian besar penulis peserta. Penulisan kalimat langsung yang sesuai dengan kaidah, misalnya, belum diaplikasikan secara konsisten. Padahal, jika dieksplorasi, bahasa mampu menjadi penyampai cerita yang menarik dan tidak monoton. Permainan kata dan pemakaian istilah yang belum umum digunakan tentu dapat meningkatkan keseruan pembaca untuk terhanyut dalam cerita.
Untuk mendapatkan lebih banyak karya yang enak dibaca, saya menyarankan kepada seluruh penulis peserta untuk meningkatkan ketaatan terhadap kaidah penulisan. Penulis dan pembaca cerpen adalah dua kelompok yang terpisah untaian kata. Maka, penting bagi keduanya untuk sama-sama memahami ejaan dan tanda baca demi memahami makna.
Ide yang ditawarkan dalam ratusan cerpen peserta sangat beragam. Ini membuat saya tetap menikmati hari-hari penjurian yang padat. Uniknya, ratusan cerpen memulai cerita dengan cara yang mirip: perkenalan diri seorang tokoh melalui nama dan umur. Tema seputar cinta dan persahabatan menjadi salah satu yang paling banyak ditemui.
Beberapa penulis mencoba tema dan latar belakang yang lebih berani, misalnya peristiwa-peristiwa bersejarah, kearifan lokal, hingga fenomena di luar negeri. Tema yang disebut terakhir, sayangnya, kerap kali terasa kurang meyakinkan. Beberapa cerpen hanya menempelkan nama-nama tokoh asing. Mereka seolah-olah melupakan kebutuhan akan penguatan karakter serta latar belakang yang mendorong cerita itu terjadi. Padahal, pembaca pasti membutuhkan alasan yang kuat untuk memercayai apa yang sedang dibaca, termasuk cerpen-cerpen dalam kompetisi ini.
Saya rasa, penulis semestinya menulis cerita yang memang mereka ingin tulis, bukan menulis apa yang menurut mereka seharusnya ditulis. Pertimbangan ini akan menjauhkan penulis dari jebakan keinginan menceramahi pembaca melalui cerita. Sebaliknya, cerita yang memang ingin ditulis akan membuat penulis lebih bebas menyampaikan pesan secara tersirat. Pembaca pun akan menamatkan cerita tanpa merasa digurui. Mereka dapat memaknai cerita dengan cara mereka sendiri.
Saya mengucapkan selamat kepada para penulis yang terpilih sebagai pemenang. Semoga kompetisi ini memberikan kebanggaan untuk terus berkarya melalui kata-kata. Saya harap, peserta lain yang namanya belum tertera sebagai juara tidak merasa keikutsertaannya pada kompetisi ini tidak berguna. Malah, saya berharap mereka dapat terus menulis dan menghasilkan karya yang fantastis. Pada akhirnya, kita tidak akan pernah tahu pada percobaan keberapa kita dapat mencapai mimpi-mimpi kita, bukan?
Aprilia Kumala
Fasilitas Lomba
Kepada seluruh peserta, fasilitas lomba segera kami kirimkan melalui chat Whatsapp maksimal 18 Februari 2024. Jika setelah tanggal tersebut belum mendapatkan fasilitas lomba, silakan menghubungi via chat Whatsapp 081340723620 ya. Sebelum tanggal tersebut, mohon bersedia menunggu proses pengiriman ya.
Kelas Menulis Daring bersama kak Risda Nur Widia akan dilaksanakan melalui aplikasi Zoom. Tanggal pelaksanaan dan tautan Zoom akan dibagikan melalui chat Whatsapp.
Pengumuman Pemenang
Berikut daftar peringkat 200 besar Lomba Menulis Cerpen ke-17 Tulis.me. Selamat kepada semua peserta yang telah mengirimkan puisi terbaiknya. Hasil ini, peringkat berapa pun itu, kami harapkan dapat terus memotivasi teman-teman untuk terus mengembangkan kemampuan menulis. Jika belum sesuai dengan harapanmu, tidak apa-apa. Masih ada hari esok untuk terus belajar dan berkembang. Kami yakin pada suatu saat nanti kamu dapat mencapainya. Tidak ada sesuatu yang instan, dan demikian pula kemenangan. Terus berproses dan terus semangat.
Kepada pemenang, kami akan menghubungi hanya melalui nomor 081340723620. Pastikan nomornya sama.
Karya pemenang dapat dibaca di e-book antologi lomba ke-17 dalam fasilitas lomba. Mohon pelajari karya pemenang agar karyamu dapat lebih baik lagi. Apabila pada kemudian hari ditemukan pelanggaran berupa plagiarisme maka karya tersebut akan gugur, digantikan karya peringkat di bawahnya, dan penulis yang bersangkutan di-blacklist dari lomba Tulis.me selanjutnya.
Berikut tabel urutan peringkat 200 besar. Mohon diperhatikan bahwa tidak semua nama peserta tercantum dalam tabel ini.
| Urutan | Judul | Penulis |
| 1 | Sepotong Zakar untuk Ndayu Sekar | Ikrom Rifa’i |
| 2 | Menjemput Lafaye | Ashan He |
| 3 | Madah Tiang Gantung | Firda Putri Astuti |
| 4 | Wasiat Postmortem | Nico Pratama Ramadhan |
| 5 | Seekor Anjing Bernama Anjing (Heh) | W Hasuki |
| 6 | Fragmen Tragedi Wilwatikta | Risen Dhawuh Abdullah |
| 7 | Milik Pribumi | Faiza Khoirunnisa |
| 8 | Warung Hongxin | Sigit Candra Lesmana |
| 9 | Solis Occasum | Erica Harlin |
| 10 | Pria Kain Gombal | Muhammad Reza Refaldi |
| 11 | Sebut Saja Mawar | Petrus Setiawan |
| 12 | Cerita Ganjil dan Malam Setelah Langit Tanpa Cahaya | Asti Tiana Ningrum |
| 13 | Balada si Wistar | Sukron Tajudin |
| 14 | Hujan Ikan Sapu-Sapu | R.J. Akbar |
| 15 | Perjalanan Terakhir Seorang Pensiunan Guru | Mas Gamblang |
| 16 | Kematian Pertama untuk Hesti | Ariane Meida |
| 17 | Dunia Tanpa Siang-Malam | Kunti Kusumastuti |
| 18 | Duren Randu Mayit | Octa Berlina |
| 19 | Biar Aku Kuburkan Dua Anak Ini di Pekarangan Rumah | R.J. Akbar |
| 20 | Ketika Bintang Bertemu dengan Ikan lewat Hujan | Zya Zura |
| 21 | Jejak Darah Ayah | Azzahra Maharani |
| 22 | Ein Meisterstück (Sebuah Karya Besar) | Fatiha Wardiya |
| 23 | Dhemit Gula | Jante |
| 24 | Persaingan Jodoh dan Maut | Nuril ‘Ilmina |
| 25 | Kamal Sayang, Ayo Kita Terobos Jalan Buntu Ini! | Rayhan Aulia Prakosk |
| 26 | Kematian dan Pendampingnya | Eliza Fanyeeteng |
| 27 | Ketika Sepe Tak Lagi Berarti | Ida Teresia |
| 28 | Menanti Kabut di Pucuk Para | Mellyan |
| 29 | Ada yang Menunggu Angin | Yudi Hartoyo |
| 30 | Ruai Puak | Rahael Dear Sianipar |
| 31 | Tidak Ada Alasan untuk Mencintai Sanwikrama | Ikrom Rifa’i |
| 32 | Maka’e Bukan Lagi Sebatang Kara | Yuan Jonta |
| 33 | Sepotong Roti dan Segelas Susu Hangat | Loriza Virga Giardillah |
| 34 | Amplop Sumbangan Tanpa Nama | Faridhatul Nurjannah |
| 35 | Laweyan | Neng Lilis Nuraeni |
| 36 | Peli Bajul | Petrus Setiawan |
| 37 | Aroma Dosa | Darwanto |
| 38 | Sebiru Tanya | Zya Zura |
| 39 | Mengayau Kayau | E.Makrodikromo |
| 40 | Kariaan Malapetaka untuk Shaka | Resa Nuraeni |
| 41 | Hikayat Gadis Bermata Jagat | Andromeda P. |
| 42 | Dalam Sebuah Nyawa, Aku Tetap Mati | Putu Keisya Permana Putri |
| 43 | Langit yang Terbakar | Natalia Wijaya |
| 44 | Semburat Cinta Abadi | Amanda P. Kartika |
| 45 | Bayangan Hitam | Yasma Zenda |
| 46 | Lelaki yang Menyingkap Tabir dan Terperangkap di Tubir | Zaid Malbar |
| 47 | Aku Mati di Usia 18 Tahun | Thomas W |
| 48 | Eksistensi dari Kepercayaan | Salsabila Ary Tasya Khairunnissa |
| 49 | Jingga di Langit Senja | Ika Shafarianti |
| 50 | (Pintu) Surga Ada di Bawah Pohon Bambu | Hyu |
| 51 | Paralel dan Jukstaposisi | Rima Cahaya Febrina |
| 52 | Dibebat Getir | Mey Thaniuss |
| 53 | Pengkhianatan Sebuah Durian | Evi Adhi |
| 54 | Hampir Usai | Wahyudin |
| 55 | Cahaya dalam Kamar Gelap | Fiona Anatasia Novita |
| 56 | Lumpuh Sekolah | AjiPrapanca |
| 57 | Malam Buta Batu Bersirip | Darwanto |
| 58 | Sang Penghancur Hutan | Oscar Theon Jeremia |
| 59 | Monster di Kolong Kasur | Muhammad Luthfi Isnainnur Rachman |
| 60 | Kampung Remang-Remang | Dina Prayudha |
| 61 | Kebencian dari Jantung Api | Paula Gevriella Tambunan |
| 62 | Baswara Santri | Ha_ilma |
| 63 | Empat Sehat Lima Nana | elfaiiss |
| 64 | Segala yang Bertahan dari Ketiadaan | Bageur Al Ikhsan |
| 65 | Selimut Kota Angkuh | Neng Yeni Suryana |
| 66 | The Mission Of Alaska | Candra Lesmana |
| 67 | Bersembunyi di Tempurung Zombi | Ketrin Wulandari |
| 68 | Hari-Hari Andri | Ela Sofian |
| 69 | A Million Dreams in the Bleeding Tears of Children | Farah Sandika |
| 70 | Asmawati dan Sang Arunika | Cherryl |
| 71 | Pencuri Kemben Nyai | Eva Ayunda Putri |
| 72 | Kejutan Orang Spesial | Nabilah Frederica Aristawati |
| 73 | Jejak Api | Eliora Judith Naomi |
| 74 | Loka: Akhir dari Cermin Duniawi | Fira Adelia Putri Febriyawati |
| 75 | Mengkudu Jatuh | Farid Grunge |
| 76 | Jejak Makna Di Suku Baduy | Arief Darmawan |
| 77 | Penyesalan Selalu Datang Terlambat | Diyah Deviana Rianti Wardhani |
| 78 | Paralisis | Jaareisi |
| 79 | (Bukan Tentang) Bunuh Diri Sanggala Mahardika | Febriansyah Daffa Binapraja |
| 80 | Tidak Akan Ada Lagi ‘Kita’ | Gabriela Bertaria Fasa |
| 81 | Jalan Tak Terduga | Ghefira Azzura Tazkiya |
| 82 | Bujang Maleno | Mohd.Thoriq Gustridarma |
| 83 | L’Enivrant Fantaisie | Kirana Alisha Maheswari Armansyah |
| 84 | Keberuntungan dalam Kutukan | Tiara |
| 85 | Kemarau yang Panjang | Serafina Effendy |
| 86 | Lalat | Nadia Idzni |
| 87 | Tiga Gadis di Atap Sekolah | Riski Tetri Rosalina |
| 88 | Angin | Naufal Syahdan Saputra |
| 89 | Jiwa yang Hilang | Indriani |
| 90 | Kanthet | Ridzkiya Karimatus Sholeha |
| 91 | Dua Bandit Kecil | Ilham S. M |
| 92 | Cemara dan Puing-Puing Harapan | Tsalitsa Aulia Purnama |
| 93 | Petaka Rajah | Mazka Hauzan Naufal |
| 94 | Surat Bagi yang Tak Kunjung Pulang | Hana Yuki Tassha Aira |
| 95 | Wangi Semaun | Qonita Rizki |
| 96 | Luka Kehilangan | Umar Ruman Abdul Aziz |
| 97 | Eksperimen #13 | Alana Griselda Hasian Sipahutar |
| 98 | Gerbang Dimensi | Fauzan Ilham Nur Rizki |
| 99 | Derai Merah Darah | Mary Maolia Christine Simanjuntak |
| 100 | Karma | Mukhlishotus Soimah |
| 101 | Lukisan Melodi | Jilan Aqilah Setiawan |
| 102 | Persik Kecil | Jihan Qanita Nabila |
| 103 | Kehidupan di Venus | Ira Nami |
| 104 | Petang di Ufuk Timur | IRCYSA |
| 105 | Kelopak Terakhir Bunga Abadi | Amira Khoirunnisa |
| 106 | Rambut | Aprini Hasanah |
| 107 | Dapat Nol | Ramadhan Ega |
| 108 | Elegi Amerta | Nayla Azka Rafifah |
| 109 | Pattongko’ Siri’: Rahasia Cinta di Antara Badai dan Zaman | Ahmad Karim |
| 110 | Senja dan Bianglala | Jey |
| 111 | Antarctica Tragedy 2067 | Kirana Aulia Putri |
| 112 | Linnon De Filch | Aisy Zakkiyah Maulidiva |
| 113 | Kami | Octaviana Putri Puspita Sari |
| 114 | Manusia Knalpot yang Dijanjikan Hidup | Erethrith |
| 115 | Keraguan Semo | Joni Halawa |
| 116 | Mencari Jalan Bersama dalam Babak Dramatik | Siti Rahma Wulandari |
| 117 | Arloji dalam Segelas Kopi | Xaviera Fidela Putri Irawan |
| 118 | Kukubur Ibuku | Sarita Salma Satrio |
| 119 | Jin Pemberi | Koyaya |
| 120 | Mimpi Buruk di Pulau Seribu | Rafid Ramahurmuzi |
| 121 | Pulau Impian dalam Legenda | Kimora Lynne |
| 122 | Mi Jebew Mbok Tuti | Neng Nur Fitry Yani S |
| 123 | Harapan di Balik Secangkir Teh Manis | Tea Ne |
| 124 | Prajurit Terbaikku | Rakha Nurfauzi Abdillah |
| 125 | Dari Tetes Hujan | Arrz |
| 126 | Kasus Bundir | Bayu Kresno Aji |
| 127 | Pohon Ulin Basah dan Merah | Dewanto Amin Sadono |
| 128 | Love Me | Siti Aminah_Revillea04 |
| 129 | Melukis Petir di Rumah Angin | Jeremia Manurung, S.Pd |
| 130 | Kala, Raga, dan Rasa | Ihsan Fauzi |
| 131 | Pecahan Hikayat dari Hayat | Llyana Mei |
| 132 | Gracias | Haidar Faiq Nugraha Rachman |
| 133 | Kutukan Desa Taladu | Whendy |
| 134 | Lika Liku | Hafidza Putri Adyani |
| 135 | Modus Ponens | Farah Ika Melati |
| 136 | Paradoksial | Nina Rochana |
| 137 | Koleksi Kembar | Martha Chiesaroo |
| 138 | Musim Dingin yang Kejam | Ade Mulyono |
| 139 | Beripat Beregong | Elisabeth Amanda Banjarnahor |
| 140 | Melodi Pilihan | Yassirly Amry |
| 141 | Ketenaran Keluarga Verstappen | Irene Felicita |
| 142 | Gloomy Sunday | Bayu Erlangga |
| 143 | Awan Rinjani | Nihlatunnisa |
| 144 | Kelas Tak Wajar | Aoki Maolana |
| 145 | Perjalanan Mencari Inspirasi | Rizka Aulia Maharani |
| 146 | Di Antara Kepastian | Revika Rachmaniar |
| 147 | Memutuskan | Muhammad Fadhlurrohman |
| 148 | Bunga Matahari | Dania Rahmawati |
| 149 | Skenario Kedua | Novita Retno Handika Putri |
| 150 | Keithara & Baba | sshyena |
| 151 | Pengantar Barang | Dhea Candra Yunita |
| 152 | Tidak Terbalas | Ropist Love Story |
| 153 | Antara Ada dan Tiada | Tia Siti Nurbhaethi |
| 154 | Malaikat Tak Bersayap | Aning Widianingsih S.Pd. |
| 155 | Rubah dalam Ambang | 13th |
| 156 | Kebahagiaan kecil untuk Dian | Nur Aisyah Salsabila |
| 157 | E=mc², antara harapan dan kenyataan | Elvandra Aurellia Radisty |
| 158 | Kabut di Kota Rubik | Ajra Kamila Amru |
| 159 | Bangkit dari Kematian | Radithya Sachio Jadid |
| 160 | Persona | Dizlainee A. |
| 161 | Kakakku Tetaplah Kakakku | Rizqi Salsabila |
| 162 | Melodi Hujan Cinta | Nia Agata Sihombing |
| 163 | Self Defense | Risky Ramadhani |
| 164 | Tongkat untuk Cinta | Yik Sigik |
| 165 | Love and Rain | Hariya Harlina |
| 166 | Melampaui Batas Ilmu | Heru Kurniawan |
| 167 | Gentari Nare | Rahmi Syahidah Azam |
| 168 | Mimpi dan Kenangan | Xiao10Hua |
| 169 | Nirwana | Dian Rezky |
| 170 | Sepasang Sepatu Cantik | Elisabet Esti Utami |
| 171 | Mata di Balik Jendela | Dini Alfauziah |
| 172 | Dunia Asing Bagi Anescha | Himmatul Waro |
| 173 | Menjemput Badar | Habibatin Nashihah |
| 174 | Liburan Musim Dingin Kembar Tiga | McLin |
| 175 | Potongan Perjalanan | Neneng Natalina |
| 176 | D’castle | Elica |
| 177 | Omorfos | Rivanti Tresnita Al-Hafsah |
| 178 | Gerbang Tak Terbatas | Mr. Prince |
| 179 | Pilihan | Yuliza Nopita |
| 180 | Salju Kecil | Nur Fauziah |
| 181 | Gripping Game | Devita Alfianata Endarso |
| 182 | Hadiah Kecil Untuk Kakak | Desi Aulia Putri |
| 183 | Lingkaran Karma | Ula Hidayah |
| 184 | Boneka Beruang Itu adalah Ibuku | Wayupd |
| 185 | Love in Patient | Mary TJ |
| 186 | Sebut Saja Dia Mawar | Almira Hakim |
| 187 | Malam Itu | Ibrahim Ahmad Mursyidan |
| 188 | Hujan Kala Senja | Xaviera Larose |
| 189 | Autumn Café | Dewi Nosa |
| 190 | Harimau Vegetarian | Fasya Handry Perdana |
| 191 | Harapan di Balik Senja | Luh Putu Ranjani Purwa Sanjiwani |
| 192 | Genegel’s World | RRRUZSOO |
| 193 | Dust | aytesake |
| 194 | Hai, Jani | anmrfhs |
| 195 | Candrasayf | Pramidita Azkiyaninda Rahma |
| 196 | Halusinasi Si Gadis Kacamata | Maulida Apriliana Putri |
| 197 | Blue Daisy Has Wilted | Marcha Fizabilillah Zuliandari |
| 198 | Awal yang Berakhir | Evani Azka Farandina |
| 199 | Liburanku | Raivan Dzaki Pratama |
| 200 | Air Mata Sang Penyair | Heni Ismayanti |
Tetap semangat berproses. Selamat bertemu pada lomba berikutnya. Salam literasi,
Tulis.me
Tentang Tulis.me
Tulis.me adalah wadah yang difokuskan untuk pemula agar dapat mengembangkan potensi menulis sastra.
Alamat: Puri Manado Permai Blok LA Nomor 41, Mapanget, Manado, Sulawesi Utara.
