Catatan

Sepanjang penyelenggaraan lomba selama kurang lebih empat bulan, tim Tulis.me mengoptimalkan seluruh kanal yang dimiliki agar peserta dapat menjangkau informasi dengan maksimal. Hal ini yang kemudian menjadi laporan kami kepada Dewan Juri.

Tahun berganti, lomba akhirnya ditutup dan proses penjurian yang menegangkan tetapi mengasyikkan dimulai. Dari seluruh naskah yang diterima oleh juri, karya kemudian dikerucutkan ke 300 hingga 200 besar. Pembacaan berulang dilakukan para juri untuk kemudian menyaring 100 besar, lalu 20 besar, dan akhirnya menentukan peringkat 10 besar pemenang lomba yang karyanya akan termaktub dalam Antologi Cerpen Tulis.me 17.

Selama proses yang panjang tersebut, terdapat beberapa catatan yang berhasil dirangkum tim dalam mengikuti proses penjurian. Simak catatan-catatan berikut untuk meningkatkan kualitas karyamu berikut kemampuanmu dalam menulis, ya! 🙂

  • Kecenderungan Naskah

Dari naskah-naskah yang dibaca, Dewan Juri menggambar pola yang kemudian kami sarikan sebagai kecenderungan berikut. Hal ini meliputi kuantitas dan tren yang ditemui selama penjurian.

  1. Mengabaikan salah ketik
    Tidak ada karya yang sempurna. Namun, sangat disayangkan saat naskah-naskah yang kuat akhirnya kalah oleh kecenderungan ini. Tidak sedikit salah ketik yang terjadi kemudian dibicarakan sebagai penentu. Salah huruf, bisa beda makna. Salah tanda baca, bisa beda maksud.
  1. Membuka dengan menutup
    Mengantarkan pembaca pada dunia yang baru bukanlah hal yang mudah. Oleh sebab itu, bangunan di awal cerita sebisa mungkin harus kokoh; memikat. Kesalahan atau kegagalan pada kalimat pertama mungkin bisa dimaafkan, tapi paragraf pertama menjadi penentu keseluruhan nuansa cerita.
  1. Memainkan gagasan dan isi, menelantarkan kemasan
    Semua juri tentu menyukai gagasan yang menarik. Semua pembaca tentu menggemari isi yang menjanjikan. Hal ini sering tidak diimbangi dengan baiknya “kemasan”. Kemasan yang dimaksud adalah pengisahan, pemformatan, hingga ketelitian pengiriman karya.
  1. Mempertahankan konteks dan kebertahanan isu
    Banyak penulis yang berhasil melampaui persoalan gagasan. Artinya, ide yang disampaikan menarik. Hal yang menantang berikutnya adalah melihat kontekstualitas. Apakah isu yang diangkat masih banyak dibicarakan? Dari sudut pandang mana penulis mencoba menelaah hal ini?
  2. Membuka wawasan terkait pengisahan
    Semua penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Memperkaya wawasan terkait bagaimana suatu kisah dibawakan tentu akan menjadi nilai plus yang membuat cerita menjadi “milik” kita; “suara” kita. Dari tema-tema yang umum, adakah sesuatu yang khusus dan bisa kita ceritakan?
  • Pola penjurian

Tentu sulit membaca dan menilai karya untuk kemudian dikategorikan ke dalam level tertentu. Banyak cerpen yang secara kualitas baik, tetapi kemudian harus sebisa mungkin dinilai dengan cerpen-cerpen lainnya.

Hal penting yang terutama dilihat adalah keutuhan. Utuh dalam artian sesungguhnya, yakni selesai. Dan utuh dalam artian cerita dinilai lengkap baik secara isi maupun kemasannya. Selesaikan ceritamu. Karya dinilai tanpa juri melihat penulis. Oleh sebab itu, sebisa mungkin penulis membuat pengisahan yang mampu membawa juri sebagai pembaca untuk melihat kedalaman cerita yang dimiliki. Selain keahlian “membuka cerita”, diperlukan keahlian “menutup cerita”. Apakah cerita sudah cukup sampai di sini? Apakah tokoh perlu tamat agar cerita selesai? Ada banyak hal yang bisa diolah dan dieksplorasi mengingat keberagaman tema yang selalu berusaha dijunjung tulis.me. Akan sangat sayang apabila keahlian dalam mengolah cerita tidak diimbangi dengan penutup yang juga nendang.

Hal berikutnya yang tidak luput dari diskusi hangat juri adalah kesegaran tema. Cerita dan teknik tulisan memang memiliki nilai khusus, apalagi saat hal ini mempersenjatai tema yang dibawakan sepanjang cerita. Tidak sedikit penulis yang berhasil membawakan tema-tema lama nan segar, atau menawarkan tema-tema baru yang misterius. Hal ini menjadi apresiasi tersendiri yang patut kita perkaya ke depannya.

  • Wadah Eksplorasi dan Relasi

Lomba-lomba tulis.me tidak hanya berusaha mewadahi ekspresi dan kreativitas penulis. Di meja penjurian, panitia berusaha mewadahi diskusi antara para juri. Tahukah kamu, tidak sedikit dari para juri yang kemudian menjalin relasi satu sama lain melalui Tulis.me? Hal ini terus menjadi semangat kami selain berusaha memberikan wadah penilaian paling objektif yang bisa kami tawarkan. Dalam diskusi-diskusi tersebut, para juri tidak hanya mengemukakan pendapat terkait satu karya dengan karya yang lain, tetapi juga mengajukan banyak penawaran, perdebatan, dan pengetahuan baru yang sangat menarik bagi panitia lomba. Kami percaya, jalin hubungan baik yang berusaha dibentuk dalam kompetisi yang sehat akan menjadi kunci bagi iklim kesastraan dan kreativitas ke depan.

Pst… Jangan khawatir. Diskusi ini nantinya akan kami sampaikan dalam wadah yang mempertemukan antara juri dan peserta melalui kelas menulis. Simak tanggal dan tautan Zoom-nya melalui notifikasi yang akan kami berikan via WA, ya!

Hari, bulan, dan tahun berganti. Lomba Menulis Cerpen Tulis.me 17 ini membentang dari akhir 2023 hingga awal tahun 2024. Dalam setiap aspirasi yang dikemukakan peserta maupun juri, panitia sebisa mungkin menggunakannya sebagai bahan evaluasi dan catatan bagi lomba ke depannya. Hal yang sama kami harapkan juga dilakukan teman-teman peserta, agar sama-sama bisa menambah kekayaan kualitas karya. Ada banyak pertanyaan, komentar, kesan, dan pesan yang kami terima dari semua kanal media sosial. Semuanya kami rangkum agar memperbaiki sistematika lomba ke depan. Hal ini semata-mata guna mampu mewadahi seluruh keinginan dan kreativitas peserta sekalian.

Demikian laporan proses penjurian ini kami sampaikan. Setelah ini, teman-teman juga perlu membaca catatan juri yang telah dibuat oleh Dewan Juri Lomba selama beberapa hari belakangan.

***

Selain cerita yang memikat, penggunaan tanda baca dan ejaan yang tepat juga menjadi perhatian saya dalam menyeleksi ratusan cerpen yang masuk. Sayangnya, tata bahasa belum menjadi prioritas bagi sebagian besar penulis peserta. Penulisan kalimat langsung yang sesuai dengan kaidah, misalnya, belum diaplikasikan secara konsisten. Padahal, jika dieksplorasi, bahasa mampu menjadi penyampai cerita yang menarik dan tidak monoton. Permainan kata dan pemakaian istilah yang belum umum digunakan tentu dapat meningkatkan keseruan pembaca untuk terhanyut dalam cerita.

Untuk mendapatkan lebih banyak karya yang enak dibaca, saya menyarankan kepada seluruh penulis peserta untuk meningkatkan ketaatan terhadap kaidah penulisan. Penulis dan pembaca cerpen adalah dua kelompok yang terpisah untaian kata. Maka, penting bagi keduanya untuk sama-sama memahami ejaan dan tanda baca demi memahami makna.

Ide yang ditawarkan dalam ratusan cerpen peserta sangat beragam. Ini membuat saya tetap menikmati hari-hari penjurian yang padat. Uniknya, ratusan cerpen memulai cerita dengan cara yang mirip: perkenalan diri seorang tokoh melalui nama dan umur. Tema seputar cinta dan persahabatan menjadi salah satu yang paling banyak ditemui.

Beberapa penulis mencoba tema dan latar belakang yang lebih berani, misalnya peristiwa-peristiwa bersejarah, kearifan lokal, hingga fenomena di luar negeri. Tema yang disebut terakhir, sayangnya, kerap kali terasa kurang meyakinkan. Beberapa cerpen hanya menempelkan nama-nama tokoh asing. Mereka seolah-olah melupakan kebutuhan akan penguatan karakter serta latar belakang yang mendorong cerita itu terjadi. Padahal, pembaca pasti membutuhkan alasan yang kuat untuk memercayai apa yang sedang dibaca, termasuk cerpen-cerpen dalam kompetisi ini.

Saya rasa, penulis semestinya menulis cerita yang memang mereka ingin tulis, bukan menulis apa yang menurut mereka seharusnya ditulis. Pertimbangan ini akan menjauhkan penulis dari jebakan keinginan menceramahi pembaca melalui cerita. Sebaliknya, cerita yang memang ingin ditulis akan membuat penulis lebih bebas menyampaikan pesan secara tersirat. Pembaca pun akan menamatkan cerita tanpa merasa digurui. Mereka dapat memaknai cerita dengan cara mereka sendiri.

Saya mengucapkan selamat kepada para penulis yang terpilih sebagai pemenang. Semoga kompetisi ini memberikan kebanggaan untuk terus berkarya melalui kata-kata. Saya harap, peserta lain yang namanya belum tertera sebagai juara tidak merasa keikutsertaannya pada kompetisi ini tidak berguna. Malah, saya berharap mereka dapat terus menulis dan menghasilkan karya yang fantastis. Pada akhirnya, kita tidak akan pernah tahu pada percobaan keberapa kita dapat mencapai mimpi-mimpi kita, bukan?

Aprilia Kumala

Fasilitas Lomba

Kepada seluruh peserta, fasilitas lomba segera kami kirimkan melalui chat Whatsapp maksimal 18 Februari 2024. Jika setelah tanggal tersebut belum mendapatkan fasilitas lomba, silakan menghubungi via chat Whatsapp 081340723620 ya. Sebelum tanggal tersebut, mohon bersedia menunggu proses pengiriman ya.

Kelas Menulis Daring bersama kak Risda Nur Widia akan dilaksanakan melalui aplikasi Zoom. Tanggal pelaksanaan dan tautan Zoom akan dibagikan melalui chat Whatsapp.

Pengumuman Pemenang

Berikut daftar peringkat 200 besar Lomba Menulis Cerpen ke-17 Tulis.me. Selamat kepada semua peserta yang telah mengirimkan puisi terbaiknya. Hasil ini, peringkat berapa pun itu, kami harapkan dapat terus memotivasi teman-teman untuk terus mengembangkan kemampuan menulis. Jika belum sesuai dengan harapanmu, tidak apa-apa. Masih ada hari esok untuk terus belajar dan berkembang. Kami yakin pada suatu saat nanti kamu dapat mencapainya. Tidak ada sesuatu yang instan, dan demikian pula kemenangan. Terus berproses dan terus semangat.

Kepada pemenang, kami akan menghubungi hanya melalui nomor 081340723620. Pastikan nomornya sama.

Karya pemenang dapat dibaca di e-book antologi lomba ke-17 dalam fasilitas lomba. Mohon pelajari karya pemenang agar karyamu dapat lebih baik lagi. Apabila pada kemudian hari ditemukan pelanggaran berupa plagiarisme maka karya tersebut akan gugur, digantikan karya peringkat di bawahnya, dan penulis yang bersangkutan di-blacklist dari lomba Tulis.me selanjutnya.

Berikut tabel urutan peringkat 200 besar. Mohon diperhatikan bahwa tidak semua nama peserta tercantum dalam tabel ini.

UrutanJudulPenulis
1Sepotong Zakar untuk Ndayu SekarIkrom Rifa’i
2Menjemput LafayeAshan He
3Madah Tiang GantungFirda Putri Astuti
4Wasiat PostmortemNico Pratama Ramadhan
5Seekor Anjing Bernama Anjing (Heh)W Hasuki
6Fragmen Tragedi WilwatiktaRisen Dhawuh Abdullah
7Milik PribumiFaiza Khoirunnisa 
8Warung HongxinSigit Candra Lesmana
9Solis OccasumErica Harlin
10Pria Kain GombalMuhammad Reza Refaldi
11Sebut Saja MawarPetrus Setiawan
12Cerita Ganjil dan Malam Setelah Langit Tanpa CahayaAsti Tiana Ningrum
13Balada si WistarSukron Tajudin
14Hujan Ikan Sapu-SapuR.J. Akbar
15Perjalanan Terakhir Seorang Pensiunan GuruMas Gamblang
16Kematian Pertama untuk HestiAriane Meida
17Dunia Tanpa Siang-MalamKunti Kusumastuti 
18Duren Randu MayitOcta Berlina
19Biar Aku Kuburkan Dua Anak Ini di Pekarangan RumahR.J. Akbar
20Ketika Bintang Bertemu dengan Ikan lewat HujanZya Zura
21Jejak Darah AyahAzzahra Maharani
22Ein Meisterstück (Sebuah Karya Besar) Fatiha Wardiya
23Dhemit GulaJante
24Persaingan Jodoh dan MautNuril ‘Ilmina
25Kamal Sayang, Ayo Kita Terobos Jalan Buntu Ini!Rayhan Aulia Prakosk
26Kematian dan PendampingnyaEliza Fanyeeteng
27Ketika Sepe Tak Lagi BerartiIda Teresia
28Menanti Kabut di Pucuk ParaMellyan
29Ada yang Menunggu AnginYudi Hartoyo
30Ruai PuakRahael Dear Sianipar
31Tidak Ada Alasan untuk Mencintai SanwikramaIkrom Rifa’i
32Maka’e Bukan Lagi Sebatang KaraYuan Jonta
33Sepotong Roti dan Segelas Susu HangatLoriza Virga Giardillah
34Amplop Sumbangan Tanpa NamaFaridhatul Nurjannah
35LaweyanNeng Lilis Nuraeni
36Peli BajulPetrus Setiawan
37Aroma DosaDarwanto
38Sebiru TanyaZya Zura
39Mengayau KayauE.Makrodikromo
40Kariaan Malapetaka untuk ShakaResa Nuraeni 
41Hikayat Gadis Bermata JagatAndromeda P.
42Dalam Sebuah Nyawa, Aku Tetap MatiPutu Keisya Permana Putri
43Langit yang TerbakarNatalia Wijaya
44Semburat Cinta AbadiAmanda P. Kartika
45Bayangan HitamYasma Zenda
46Lelaki yang Menyingkap Tabir dan Terperangkap di TubirZaid Malbar
47Aku Mati di Usia 18 TahunThomas W
48Eksistensi dari KepercayaanSalsabila Ary Tasya Khairunnissa
49Jingga di Langit SenjaIka Shafarianti 
50(Pintu) Surga Ada di Bawah Pohon BambuHyu
51Paralel dan JukstaposisiRima Cahaya Febrina
52Dibebat GetirMey Thaniuss
53Pengkhianatan Sebuah DurianEvi Adhi
54Hampir UsaiWahyudin
55Cahaya dalam Kamar GelapFiona Anatasia Novita
56Lumpuh SekolahAjiPrapanca
57Malam Buta Batu BersiripDarwanto
58Sang Penghancur HutanOscar Theon Jeremia
59Monster di Kolong KasurMuhammad Luthfi Isnainnur Rachman
60Kampung Remang-RemangDina Prayudha 
61Kebencian dari Jantung ApiPaula Gevriella Tambunan
62Baswara SantriHa_ilma
63Empat Sehat Lima Nanaelfaiiss
64Segala yang Bertahan dari KetiadaanBageur Al Ikhsan
65Selimut Kota AngkuhNeng Yeni Suryana
66The Mission Of AlaskaCandra Lesmana
67Bersembunyi di Tempurung ZombiKetrin Wulandari
68Hari-Hari AndriEla Sofian
69A Million Dreams in the Bleeding Tears of ChildrenFarah Sandika
70Asmawati dan Sang ArunikaCherryl
71Pencuri Kemben NyaiEva Ayunda Putri
72Kejutan Orang SpesialNabilah Frederica Aristawati 
73Jejak ApiEliora Judith Naomi
74Loka: Akhir dari Cermin DuniawiFira Adelia Putri Febriyawati
75Mengkudu JatuhFarid Grunge
76Jejak Makna Di Suku BaduyArief Darmawan
77Penyesalan Selalu Datang TerlambatDiyah Deviana Rianti Wardhani
78ParalisisJaareisi
79(Bukan Tentang) Bunuh Diri Sanggala MahardikaFebriansyah Daffa Binapraja
80Tidak Akan Ada Lagi ‘Kita’Gabriela Bertaria Fasa
81Jalan Tak TerdugaGhefira Azzura Tazkiya
82Bujang MalenoMohd.Thoriq Gustridarma
83L’Enivrant FantaisieKirana Alisha Maheswari Armansyah
84Keberuntungan dalam KutukanTiara
85Kemarau yang PanjangSerafina Effendy
86LalatNadia Idzni
87Tiga Gadis di Atap SekolahRiski Tetri Rosalina 
88AnginNaufal Syahdan Saputra 
89Jiwa yang HilangIndriani
90KanthetRidzkiya Karimatus Sholeha
91Dua Bandit KecilIlham S. M
92Cemara dan Puing-Puing HarapanTsalitsa Aulia Purnama
93Petaka RajahMazka Hauzan Naufal 
94Surat Bagi yang Tak Kunjung PulangHana Yuki Tassha Aira 
95Wangi SemaunQonita Rizki
96Luka KehilanganUmar Ruman Abdul Aziz
97Eksperimen #13Alana Griselda Hasian Sipahutar
98Gerbang DimensiFauzan Ilham Nur Rizki 
99Derai Merah DarahMary Maolia Christine Simanjuntak
100KarmaMukhlishotus Soimah
101Lukisan MelodiJilan Aqilah Setiawan
102Persik KecilJihan Qanita Nabila
103Kehidupan di VenusIra Nami
104Petang di Ufuk TimurIRCYSA
105Kelopak Terakhir Bunga AbadiAmira Khoirunnisa
106RambutAprini Hasanah
107Dapat NolRamadhan Ega
108Elegi AmertaNayla Azka Rafifah
109Pattongko’ Siri’: Rahasia Cinta di Antara Badai dan ZamanAhmad Karim
110Senja dan BianglalaJey
111Antarctica Tragedy 2067Kirana Aulia Putri
112Linnon De FilchAisy Zakkiyah Maulidiva 
113KamiOctaviana Putri Puspita Sari
114Manusia Knalpot yang Dijanjikan HidupErethrith
115Keraguan SemoJoni Halawa
116Mencari Jalan Bersama dalam Babak DramatikSiti Rahma Wulandari
117Arloji dalam Segelas KopiXaviera Fidela Putri Irawan
118Kukubur IbukuSarita Salma Satrio
119Jin PemberiKoyaya
120Mimpi Buruk di Pulau SeribuRafid Ramahurmuzi 
121Pulau Impian dalam LegendaKimora Lynne
122Mi Jebew Mbok TutiNeng Nur Fitry Yani S
123Harapan di Balik Secangkir Teh ManisTea Ne
124Prajurit TerbaikkuRakha Nurfauzi Abdillah
125Dari Tetes HujanArrz
126Kasus BundirBayu Kresno Aji 
127Pohon Ulin Basah dan MerahDewanto Amin Sadono
128Love MeSiti Aminah_Revillea04
129Melukis Petir di Rumah AnginJeremia Manurung, S.Pd
130Kala, Raga, dan RasaIhsan Fauzi
131Pecahan Hikayat dari HayatLlyana Mei
132GraciasHaidar Faiq Nugraha Rachman
133Kutukan Desa TaladuWhendy 
134Lika LikuHafidza Putri Adyani 
135Modus PonensFarah Ika Melati
136ParadoksialNina Rochana
137Koleksi KembarMartha Chiesaroo
138Musim Dingin yang KejamAde Mulyono
139Beripat BeregongElisabeth Amanda Banjarnahor
140Melodi PilihanYassirly Amry
141Ketenaran Keluarga VerstappenIrene Felicita
142Gloomy SundayBayu Erlangga
143Awan RinjaniNihlatunnisa
144Kelas Tak WajarAoki Maolana
145Perjalanan Mencari InspirasiRizka Aulia Maharani
146Di Antara KepastianRevika Rachmaniar
147MemutuskanMuhammad Fadhlurrohman
148Bunga MatahariDania Rahmawati
149Skenario KeduaNovita Retno Handika Putri
150Keithara & Babasshyena
151Pengantar BarangDhea Candra Yunita
152Tidak TerbalasRopist Love Story
153Antara Ada dan TiadaTia Siti Nurbhaethi
154Malaikat Tak BersayapAning Widianingsih S.Pd.
155Rubah dalam Ambang13th
156Kebahagiaan kecil untuk DianNur Aisyah Salsabila
157E=mc², antara harapan dan kenyataanElvandra Aurellia Radisty
158Kabut di Kota RubikAjra Kamila Amru
159Bangkit dari KematianRadithya Sachio Jadid
160PersonaDizlainee A.
161Kakakku Tetaplah KakakkuRizqi Salsabila
162Melodi Hujan CintaNia Agata Sihombing
163Self DefenseRisky Ramadhani
164Tongkat untuk CintaYik Sigik
165Love and RainHariya Harlina 
166Melampaui Batas IlmuHeru Kurniawan
167Gentari NareRahmi Syahidah Azam
168Mimpi dan KenanganXiao10Hua
169NirwanaDian Rezky 
170Sepasang Sepatu CantikElisabet Esti Utami
171Mata di Balik JendelaDini Alfauziah
172Dunia Asing Bagi AneschaHimmatul Waro
173Menjemput BadarHabibatin Nashihah 
174Liburan Musim Dingin Kembar TigaMcLin
175Potongan PerjalananNeneng Natalina
176D’castleElica
177OmorfosRivanti Tresnita Al-Hafsah
178Gerbang Tak TerbatasMr. Prince
179PilihanYuliza Nopita
180Salju KecilNur Fauziah
181Gripping GameDevita Alfianata Endarso
182Hadiah Kecil Untuk KakakDesi Aulia Putri
183Lingkaran KarmaUla Hidayah
184Boneka Beruang Itu adalah IbukuWayupd
185Love in PatientMary TJ
186Sebut Saja Dia MawarAlmira Hakim
187Malam ItuIbrahim Ahmad Mursyidan
188Hujan Kala SenjaXaviera Larose
189Autumn Café Dewi Nosa
190Harimau VegetarianFasya Handry Perdana 
191Harapan di Balik SenjaLuh Putu Ranjani Purwa Sanjiwani
192Genegel’s WorldRRRUZSOO
193Dustaytesake
194Hai, Janianmrfhs
195CandrasayfPramidita Azkiyaninda Rahma
196Halusinasi Si Gadis KacamataMaulida Apriliana Putri
197Blue Daisy Has WiltedMarcha Fizabilillah Zuliandari
198Awal yang Berakhir Evani Azka Farandina 
199LiburankuRaivan Dzaki Pratama
200Air Mata Sang PenyairHeni Ismayanti

Tetap semangat berproses. Selamat bertemu pada lomba berikutnya. Salam literasi,

Tulis.me

Tentang Tulis.me

Tulis.me adalah wadah yang difokuskan untuk pemula agar dapat mengembangkan potensi menulis sastra.
Alamat: Puri Manado Permai Blok LA Nomor 41, Mapanget, Manado, Sulawesi Utara.