Lomba Menulis Cerpen Nasional 2026 Tulis.me

Catatan Juri

Mana yang Ranum, Mana yang Mentah?
(Penjurian di Tengah Tumpukan ‘Buah’)

Sebelum berceloteh pendek entah panjang, saya ingin mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah mengirimkan karyanya pada lomba cerpen Tulis.me ke-21 ini. Mereka adalah pohon-pohon pilihan yang telah berhasil melahirkan buah. Buah-buah kata, buah-buah pikiran, buah-buah pengalaman, buah-buah ideologi dan intelektualitas.

Sebab, bagaimanapun, cerpen tak ubahnya buah yang hanya lezat disantap manakala sudah ranum. Sebagaimana buah, cerpen ada yang ‘masak pohon’, ada juga yang butuh diperam lebih lama lagi, sampai ia matang dan layak dihidangkan.

Memilih buah matang di antara yang mentah bukan perkara sulit, buah matang akan terlihat dari warnanya, aromanya, maupun tekstur dagingnya. Untuk mengetahui kematangan buah, kita cukup memencet daging buahnya—apakah ia masih keras atau sudah empuk. Untuk mengetahui kematangan buah, kita tak harus menyantap buah itu sampai habis.

Dalam lomba cerpen Tulis.me kali ini, juri harus menilai total ribuan cerpen. Itu pekerjaan yang tidak sulit, tetapi menjadi sedikit rumit, sebab juri berada di tengah tumpukan yang melimpah ruah—bayangkan saja Anda tengah duduk di tengah panenan buah yang belum semuanya matang, dan Anda harus menyisihkan yang matang di antara tumpukan yang mentah, tumpukan yang menggunung, berserak, sehingga kadang beberapa yang matang tertutupi yang mentah. Juri membutuhkan waktu cukup panjang berada di tengah tumpukan buah (karya) yang luar biasa itu.

Rata-rata naskah mentah di sini ditandai dengan alpanya penggunaan tanda baca, peletakan huruf kapital, serta ejaan yang suka-suka. Sejak pembacaan kalimat pertama pada paragraf pertama, naskah mentah akan membawa dirinya sendiri ke pintu eliminasi. Andai kata satu atau dua kesalahan itu ditemukan pada naskah yang (tampak) menjanjikan, misal, penggunaan ‘di’ yang kurang tepat, atau tanda baca yang keseleo, mungkin itu ketidaksengajaan. Tetapi, tidak ada yang seperti itu. Naskah dengan penggunaan ‘di’ yang kurang tepat biasanya juga melakukan kesalahan dalam peletakan ejaan, gaya tutur mereka juga masih terlalu alami, sealami percakapan orang di pasar-pasar, menanyakan kabar dan harga bahan pokok. Semua kata dituangkan tanpa mempertimbangkan mana yang lebih cocok dinarasikan atau didialogkan. Orang-orang bertemu mengucap salam dan menjawab salam, bertanya kabar—membahas sesuatu yang tidak ada sumbangsihnya terhadap alur cerita, bertebaran dalam naskah dan memperpanjang halaman yang tidak selesai dilahap itu tadi. Begitulah, naskah mentah selalu sepaket dengan naskah yang tidak pernah habis dilahap.

Berkenaan model penceritaan, banyak sekali tumpukan yang memulai kisah dengan narasi mentari pagi yang bersinar cerah dan ayam jantan yang berkokok, atau ala-ala dongeng lawas, hiduplah (sekali lagi: hiduplah) sebuah keluarga sederhana di sebuah desa… Nama-nama yang disematkan sebagai tokoh pun cenderung panjang dengan konsonan rangkap, orang bilang, khas nama-nama gen Z. Tema-tema kehidupan pesantren atau romansa ‘Cinta-Rangga’ atau ‘Anak desa yang menggapai asa’ cukup banyak ditemukan di tengah tumpukan. Hal bagus dari naskah-naskah tersebut adalah ia selesai ditulis, dan tidak menutup kemungkinan naskah-naskah tersebut akan menjadi naskah yang matang dan layak disantap setelah diperam sedikit lama dan dengan cara yang tepat.

Pada akhirnya, juri mengendus buah-buah naskah yang cukup ranum di tengah tumpukan. Naskah-naskah tersebut (tentu saja) sudah selesai dengan urusan tanda baca atau huruf kapital atau ejaan. Naskah-naskah tersebut adalah paket buah yang tampaknya telah ‘masak pohon’. Naskah-naskah tersebut mempunyai ciri khas rasa yang kuat, bahasa sederhana yang mengalir, atau dengan limpahan metafora yang tidak mengkhianati makna. Hampir sebagian besar naskah-naskah tersebut mengangkat isu-isu lokal yang cukup penting (dan sungguh tepat dengan isu-isu yang kembali mencuat akhir-akhir ini, sebagai, semacam sindiran ulang), perihal bencana alam, perempuan, kearifan-kearifan yang tidak diindahkan, serta keserakahan anak manusia yang tidak ada ujungnya.

Dalam cerpen ‘Nyi Samin dan Mata Air Terakhir’, alam digambarkan sebagai perempuan asing (dengan mata airnya) yang dimusuhi oleh orang-orang yang mengaku paling beragama, sehingga ketika alam itu lenyap, mereka berbondong-bondong mendatanginya—sebab butuh. Tak jauh dengan cerpen ‘Nyi Samin dan Mata Air Terakhir’, cerpen ‘Deru Cuaca Buruk di Telinga Yosdomi’ dan ‘Dalam Udara Payau’ menyinggung keserakan manusia yang tidak tahan dan melihat alam yang diam, alam yang tampak seperti pundi-pundi yang bisa dikeruk dan masuk perut. Cerpen ‘Serigala di Rahim Ibu’ dan ‘Jelujur’ keduanya berbicara tentang perempuan di tengah kondisi sosial yang tidak stabil. Cerpen ‘Serigala di Rahim Ibu’ juga menyentuh kondisi alam yang terus berubah sebab keegoisan manusia.

Cerpen-cerpen tersebut merupakan bukti, bahwa naskah-naskah matang selalu sepaket dengan ‘daging buah’ yang dibawanya, lezat disantap dan memberi gizi bagi kehidupan yang kurus kerontang. Dan satu hal yang rasanya perlu ditegaskan ulang, bahwa naskah-naskah yang belum matang bukan berarti tidak enak dan harus dibuang. Masalahnya hanya satu: belum matang. Itu seperti buah keras yang hanya butuh diperam sedikit lama dan dengan cara yang tepat, supaya ranum dan harum, tidak hanya nikmat di santap, tapi juga memberi gizi bagi kehidupan.

Mashdar Zainal

Cerita pendek yang ikut dalam kompetisi kali ini sangat beragam. Dari tema, gaya penulisan, dan tingkat kematangan tulisan/penulis. Kompetisi ini memberi gambaran bahwa dunia kepenulisan sesungguhnya terus bergerak dinamis.

Tema yang beragam mulai dari pencarian identitas diri, keluarga, persahabatan, romansa, kritik sosial, lokalitas, hingga cerita-cerita eksperimental, memperlihatkan fokus penulis dan tingkat kematangannya. Cerita dengan tema kritik sosial menunjukkan kepekaan, daya kritik, dan kesadaran penulis terhadap isu-isu penting. Cerita eksperimental juga menunjukkan, peserta mencari siasat untuk menulis dengan model penceritaan yang berbeda. Peserta mencoba bentuk, struktur, bahasa, atau cara bercerita yang baru, unik, dan sering kali tidak biasa.

Tingkat kematangan tulisan sangat bervariasi, beberapa sudah stabil mengelola konflik dan mengatur ritme cerita, sebagian lain masih meraba alur dan dialog. Dari hasil pembacaan cerpen yang masuk, kekuatan yang menonjol adalah keberanian bercerita, variasi penceritaan, dan kekuatan unsur lokalitas. Tidak melulu Jakarta, secara setting tempat ini juga kekhasan dari peserta. Semuanya bersandar pada kata keberagaman—dan Tulis.me mampu menghimpun semuanya dalam kompetisi ini.

Pada akhirnya kompetisi ini memilih beberapa cerita pendek sebagai pemenang. Ini dilakukan setelah proses pembacaan, kurasi, dan rapat bersama. Untuk yang peserta yang tak ada dalam daftar pemenang, kami berharap untuk tak berhenti menulis. Belajarlah dari banyak buku—belajarlah menemukan caramu bercerita.

Ama Gaspar

Fasilitas Lomba

Tidak ada sesuatu yang instan, dan demikian pula kemenangan. Tulis.me tidak hanya hadir untuk pemenang, tetapi untuk semua peserta yang masih berproses. Untuk itu, kami ajak seluruh peserta untuk menggunakan fasilitas lomba yang akan segera kami kirimkan melalui chat Whatsapp maksimal 21 Desember 2025. Jika setelah tanggal tersebut belum mendapatkan fasilitas lomba, silakan menghubungi via chat Whatsapp 081340723620 ya.

Ikuti lomba menulis ke-22 karena semua peserta lomba ke-21 ini mendapatkan voucer diskon 20%.

Pengumuman Pemenang

Tulis.me mengucapkan selamat untuk semua peserta yang telah berpartisipasi dalam Lomba Menulis Cerpen ke-21. Kami sangat menghargai semangat, dedikasi, dan usaha keras yang teman-teman tunjukkan. Oleh karena itu, bagian proses itu pun perlu untuk dirayakan.

Hasil ini, peringkat berapa pun itu, kami harapkan dapat terus memotivasi teman-teman untuk terus mengembangkan kemampuan menulis. Jika belum sesuai dengan harapanmu, tidak apa-apa. Masih ada hari esok untuk terus belajar dan berkembang. Kami yakin pada suatu saat nanti kamu dapat mencapainya.

Kepada pemenang, kami akan menghubungi hanya melalui nomor 081340723620. Pastikan nomornya sama.

Karya 10 besar pemenang dapat dibaca di e-book antologi lomba ke-21 dalam fasilitas lomba. Mohon pelajari karya pemenang agar karyamu dapat lebih baik lagi. Apabila pada kemudian hari ditemukan pelanggaran berupa plagiarisme maka karya tersebut akan gugur, digantikan karya peringkat di bawahnya, dan penulis yang bersangkutan di-blacklist dari lomba Tulis.me selanjutnya.

Berikut tabel urutan peringkat 200 besar. Mohon diperhatikan bahwa tidak semua nama peserta tercantum dalam tabel ini.

PeringkatJudul CerpenNama Penulis
1Nyi Samin dan Mata Air TerakhirLinggar Rimbawati
2Dalam Udara PayauTjak S Parlan
3Deru Cuaca Buruk di Telinga YosdomiAfryantho Keyn
4Serigala di Rahim IbuSulfiza Ariska
5JelujurAfi
6Rindu WandiuAnnesanurul
7Maobi dan MyaSayyidunya
8Batu dan BelangaDewanto Amin Sadono
9Perempuan yang Melahirkan BayanganJenny Seputro
10Hidayat Berhenti Menjadi Anak SalehAfifa Ayu Puspandhari 
11Para Malaikat Jangan Lupa Menyetrika SayapPenanti Izrail
12Maukah Kau Mengucapkan Selamat Datang pada KeikhlasanDini Ridwan
13Lelaki yang Gagal Menjadi BabiSulfiza Ariska
14Rahasia SitiGerimis Kecil
15Pagi yang MenemukanmuSiti Zaenab
16Membelokkan TakdirNada Salsabila Pradhani
17Lebih Berbahaya dari PisauDani Sumargo
18BenihWahyu Ramadzana
19Perpustakaan yang Membaca BalikSL Verde
20Peluru SunyiNikolas Ryan
21Sampai Maut MemisahkanPetrus Setiawan
22Ketika Hutan Membisu, Malam pun MembungkamAlmira Nayla Wihendra 
23Kain SaraswatiArina Sabila Rahmatika 
24Mele dan Percakapan di StasiunSharanza
25Kopi di Atas KuburanSihar Emry
26Asal-Usul Gregor SamsaZaky Mutahajid 
27Jam Dinding Stasiun SuryaweningDwi Febriyani
28Titian di Batas AdatWahyu Mho
29Tuhan Datang Lewat Seekor KucingSanjosua Telaumbanua
30Seonggok TanahMuhammad Naufal Avi Cenna 
31Hujan, Ceri dan Buku MerahAchmad Ibnu Ibad
32SasmitaNuzullu Ummullia Mubin
33Guru TuoJoni Sadarlah Halawa
34Laksmi Hilang, Tapi Bukan DiculikRachma Diani
35Code Red AlertA. Nydea
36Kupon KebahagiaanMartina Lestari
37BertegangMuhammad Al’Aziz 
38Setan-Setan DesaAde Mulyono
39Bolehkah Kupinjam Cerminmu?Adella Candrawati Putri
40Kontrak Tinta dan DarahBara Kaori
41Arkais Waktu dan Batas yang TeguhSri Hartati
42Pengarang yang Kehilangan Ide CeritaHermawan Aksan
43Perempuan yang Menanam KabutAfifah Nabil Hasna Aisy
44Kematian Menulis Surat Pengunduran DiriKristiana Kovalevsky Sitepu
45Berbagi SarangIvonne Martin
46RuqyahReja Fahleza
47AnotasiNamira Salsabila
48SadarHadyan Aindra
49Api dari Sumur HitamT. S. Darkvale
50Selamat PagiDaffa Putra Fitrawan
51Harta Karun Pulau KumbangMagdalena Dwi Septriany
52Suara JiwaLisa Handayani
53Majar Negeri MunafikIza Raja Gandi
543 Wajah PengalihanAlma Nadia Anwar
55Pembuat Wayang yang MenghilangMuhammad Ibrahim
56Rendang Buatan AmakLunetta Sahasika N.
57Dari Langit Geneva Tanpa KataAlfarisy
58DevaryanaGabriel
59Saya Adalah Gadis Pemain Ludruk Itu…Christina Budi Probowati
60Seorang Perempuan yang Menyusuri Sungai SendirianDaruz Armedian
61SesatFaza Adzik Tamala
62Padi Terakhir di Senja HariHotramaida Munthe
63Duri-Duri dalam KepalaMoh. Tsabit Husain
64Rahasia Topeng MakyongAndi Nazia Syaquilla Putri
65Gagak MayaFaldha Pebrianti Pangke
66Masjid di Atas BambuMiftahul ‘Alam Wijaya
67Air Mata di Altar PernikahanLamsatahi Manalu
68Sisa Cahaya di Tanah Bekas ApiEvlyn Lydia
69Awal Era PelarianSinaga Kevin Allan
70Tuhan Menyapa Lewat Suara Tukang RotiKarin Adzka Isfahany
71Secarik Kain dan Sesosok MalaikatAnqiyaa A.
72Kereta OrbitYasmine Amelia Jatnika
73Spot TerbaikHarveyamor
74Sebelum Bus Terakhir DatangMaria Anggriyani Putri
75Surat dari Den HaagAmmar Banneno Putra
76Tandak Mega WulungEssenza
77Danau GayatriDyah Ayu Anggara Shavitri
78Doa yang Terselip di Kantong PlastikBarack Mutsanna
79Rantai ∞ HidupZya Zura
80Apapanditan DarpayodhaAghni Khoirica
81Penculikan KeadilanNayla Putri Amelia 
82MerilGalih Agus Santoso
83MinggatFarah Shinta
84Alasan yang Tepat untuk Menjadi Penjaga MakamFakhrisya Zalili Sailan
85Penanti IzrailPenanti Izrail
86Kabut GelapTegsa Teguh Satriyo
87Balada Haji Baha dan Habib ThoriqArie Fajar Rofian
88CalalaiHamran Sunu
89Negeri Tanpa HujanBinti Miftakhun Nikmah
90Epilog AyahMuhammad Irwan Aprialdy
91Lalu, Siapa yang Gila di Sini?Diana
92Piano ManFatima Rugaya Tamzil
93Kabel NadiSyarahil Ashidqi
94Koridor 1Wahyu Hidayat
95Frekuensi 103.7Nashabta Adzra A 
96Kisah Masa DepanFenny Riawan
97Siapa Ia?Lily Sofiasl
98Hikayat BungaMuhammad Fathi Izzuddin Adli
99The Dawn of ElioraElistrasika
100Mata KacaC. Amalia
101Kota TikusSulistyani
102DarahRizky Pahlawan
103MandaraWahyu Ramadzana
104Evolusi Pohon: Yang Terbenam dalam Baja NirkaratRani Ramdayani
105HunkweWalid Hakim
106Kambang, Bunga Kampung Tumbang LahiRetno Achmad Faisal
107Sebelum Kain Itu DilipatErika Windy Astari
108Malam Ini, Kita KalahRA Rahma
109Mengalahkan NagaWb
110Karantina, 1952Ode Ishak
111MelayatHana Carolina Elisabeth Farneubun
112MalamYudistira Adi Nugraha
113Kotak MerahAyu Nuralifa Ramadhanti 
114Akal BudiDavid Dharma Huang
115Kedamaian PalsuJordi H. Saputra
116WowoIfat Fatimah
117Merpati di Kaki LangitArmiyati Lapu’
118Bidadari 999 SayapCynthia Marilyn Sitompul
119PerbatasanAthari anhar arrasyad
120Bayangan di Balik KacaHesa Flamak
121Isyarat di KelingkingHerlangga Juniarko
122Andai Aku Bisa MembunuhAgnes Novianti
123Perempuan PemenangThera Febrika Nur Fajri
124Anak Terakhir dari UefrusJohan Stones
125Sisa Cahaya di Terminal Sindang KasihSeptiana Ike P
126Sunyi Menjerat MelioraAisyah Sakhi Belva Afifah
127Ujung Waktu dan KitaKayla Jessica Widjaksana
128Manusia Memang BusukGrace Imelda
129Teror Aul Siluman AnjingAdriansyah Subekti
130Kraaak!!!Reni Andriyani
131Kromatika KarmaSwaraLekha
132Langit di Atas Rumah KayuMuqoyyid Dinillah Al-Jawwad
133Manusia-Manusia JahatMuhammad Deedat Asadel
134Gulali PumaRetno Wahyuni
135Melestarikan Laki-LakiSalwa Hamidah
136Harmoni Lima NadaFira Fibriana
137Tembang dari Balik Batu NisanIntan Tika Sari
138Jendela di Sudut KotaElkaza Noyu 
139Surat yang Tak Pernah TerbalasAbel Cz 
140Sersan ZeldaHifni Ilmy Muhalla
141The Trail of HiberisAnisaul Ulya
142Ikan Bawelbngxxtd
143SindromLove Melody Goesnov
144Skenario Tidak TertulisNisrina Mahardhika Bahri
145White CamellianAdsilla Khoirunnisa
146Serpihan Rumah Kecil AllahPascalis Adian Agung 
147Buku AjaibFaiq Ali Imran Hutagaol 
148Jalur Akal Sehat dan Tiga Detik yang HampaElvayanti Tammelle
149KinakiYuna Anara
150Kursi di Taman KotaHoney Zefanya Florida Batubara
151Cahaya di Tanduk KecilBenny Kusuma
152Aates: Kebangkitan TerakhirNirmala Riamintarsih
153Perempuan Buta Penjual Mawar KelabuPalris Jaya
154Biola MisteriusIsro Abdan Syakuro
155Lilin di Ruang Tanpa JendelaPriatmoko
156MatchJiro Danusastro
157Obat TidurNurul Azuroh
158Bahasa Cinta yang BerbedaMutia Anjani
159Aku Melihat Dia Mati PerlahanAnggestiara Madona
160Abadi dalam KanvasAmelia Sadina
161Pria yang KotorEva Nurmaya
162Bahkan Iblis Pun MenolakKrismi Tariuni
163Dinginnya Retakan DindingSherly Luthfia Rosa
164Penghuni di Balik DindingAnggun Marharani
165Kain yang Belajar MenyatuUpi
166Akhir di 4.19Fidyansyah Nur’aidil Kusditra
167My DreamRika Marlyana
168Andai Perang ini Tak Pernah TerjadiSatrio Daffa Pamedar
169Silent VowAurelia Aurita
170Bayangan di Balik Hutan MerapiChristabel Angelina 
171Azhar Malik dan Operasi di Tanah ArabMahrin Afia Zara 
172Loteng yang Tak Pernah KosongIvana Azril
173Air yang Mengingat NamanyaSafana Az Zahra
174Labirin di Alam Bawah SadarAnggi Anggraeni 
175Midnight EscapeAkhmad Fikri
176Algoritma AyahMuhamad Muchtar Nawawi
177Falling in UluwatuKhayalancha
178ObsidianNabila Sulcha
179Paus TerdamparAfifah Mellia Hafizh 
180No ReturnVeryl Inlia
181Horologi dengan KoleksinyaMayesa Laiqa
182BargainSevelosa
183No RegretGhoida Syafiq Amalia 
184Mukena untuk EmakBin Murarka
185Akan Kubunuh Gagak Ini dengan BatinkuAqila Ramadhani
186Resep Gulai Ikan AsinArunika Nindia
187Boneka BeruangAyel
188MayatMustofa
189Kisah Sang PemburuYuni wijiyanti
190Mawar HitamDarren Justin Lee
191Trembesi BerdarahShofia F. Zahra
192Ingatlah Aku sebagai KucingAngelina Dwi Santi Zega
193Tukimin dan Tanah yang Menolak LupaMaHa Mangkudilaga
194Akhir dari Imperium Curut KhanAnwar Syukri
195Toki No TakeraChiara Dewi Chatlina
196Jejak Hitam di Bumi TimurBudianto Sutrisno
197Jeda Waktu di Kamar BinarIlana Ison
198For the Next After UsRaffi Ahmad Zaelani
199Surat-Surat dari Organ Tubuh Luh SariAnggi Gayatri Purba
200Pelat #404Alicia Sharon Josephine

Tetap semangat berproses. Selamat bertemu pada lomba berikutnya. Salam literasi,

Tulis.me

Tentang Tulis.me

Tulis.me adalah wadah yang difokuskan untuk pemula agar dapat mengembangkan potensi menulis sastra.
Alamat: Puri Manado Permai Blok LA Nomor 41, Mapanget, Manado, Sulawesi Utara.